Perbati Jateng Gembleng 41 Wasit dan Hakim Tinju di Semarang

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) menggembleng 41 calon wasit dan hakim tinju dalam Sertifikasi Wasit-Hakim Nasional yang berlangsung di Semarang pada 28-30 Agustus. Pelatihan intensif ini digelar untuk mencetak pengadil ring berkualitas yang menguasai standar regulasi badan tinju dunia, World Boxing, guna diproyeksikan memimpin kejuaraan tingkat internasional hingga Olimpiade.
Program pembinaan yang baru pertama kali diadakan di Jawa Tengah ini menjadi langkah strategis untuk membangun kemandirian daerah dalam mengelola kejuaraan tinju tanpa bergantung pada tenaga luar.
Pengurus Perbati, Anthony Candrasaputra, menjelaskan bahwa pelatihan mencakup dua hari pembekalan teori pada 28-29 Agustus dan dilanjutkan dengan ujian praktik di IPRPP pada 30 Agustus. Materi disajikan secara komprehensif mulai dari kriteria penilaian, pengurangan nilai (deduction), aturan pelanggaran, hingga tata cara tugas di lapangan.
“Harapannya tentu saja Jawa Tengah punya wasit dan hakim yang sangat berkualitas, berstandar nasional bahkan internasional, dan bisa mengadakan pertandingan yang lebih baik lagi. Saat ini Perbati Jawa Tengah sudah membawahi lebih dari 20 pengurus kota (pengkot) dan pengurus kabupaten (pengkab), sehingga kita butuh satu set wasit independen tanpa harus impor dari luar daerah,” ujar Anthony.
Sebanyak 41 peserta aktif yang mengikuti sertifikasi ini berasal dari berbagai daerah, seperti Bali, Semarang, Yogyakarta, hingga Kalimantan. Mereka mendalami regulasi World Boxing, kriteria penilaian (scoring criteria), serta simulasi memimpin dan menilai laga langsung di atas ring.
Wakil Sekretaris Jenderal Perbati sekaligus Instruktur Wasit-Hakim Nasional, Muhammad Arisa Putra, menegaskan pentingnya penyelarasan aturan ini agar Indonesia tidak tertinggal di pentas global.
“Kegiatan ini kita buat untuk sertifikasi nasional. Di sini kita menerapkan peraturan World Boxing karena sekarang kita berafiliasi ke sana, agar kita bisa mencapai jenjang Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade,” ungkap pria yang akrab disapa Boy tersebut.
Boy, yang merupakan satu-satunya wasit tinju asal Indonesia bersertifikasi World Boxing dan berpengalaman bertugas di Olimpiade Tokyo 2020 serta Paris 2024, menekankan pentingnya regenerasi pengadil ring secara berkelanjutan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di tingkat dunia.
Ia juga menguraikan perbedaan fungsi antara wasit dan hakim di arena tinju amatir. Wasit bertugas penuh di atas ring untuk memimpin jalannya laga, mengawasi pelanggaran, serta menjamin keselamatan atlet. Sementara itu, hakim berada di luar ring untuk mengalkulasi nilai pukulan masuk yang menentukan pemenang.
Guna menembus jenjang karier internasional mulai dari tingkat kontinental, internasional, hingga interkontinental, para pengadil ring dituntut memiliki fisik dan rohani yang prima serta menguasai terminologi tinju dalam bahasa Inggris.
Melalui kelulusan 41 peserta di Semarang ini, Perbati kini mengakumulasi sekitar 160 wasit dan hakim nasional tersertifikasi dari empat gelombang pelatihan di Jakarta, Kupang, Manado, dan Semarang. Hasil sertifikasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan dan kejayaan prestasi tinju amatir Indonesia di kancah internasional. (Psw)





