Dua Bayi Lahir Tepat di HUT ke-81 RI, RSWN Semarang Beri Apresiasi dan Akta Gratis

Sementara itu, bayi kedua yang lahir adalah Elbara Pradana Brameswara, putra kedua dari pasangan Dafit Ilham Pradana dan Sukma Nur Hidayah. Berbeda dengan Safira, tanggal kelahiran Elbara justru sedikit bergeser mundur dari HPL medis.

Sukma menceritakan, tanda-tanda persalinan dimulai sejak Minggu (16/8/2026) sore ketika air ketubannya mulai merembes seusai bangun tidur siang.

“Minggu sore baru tidur siang, tiba-tiba ketubannya merembes. Karena sudah merembes, akhirnya langsung dibawa ke UGD dan dirawat inap,” kata Sukma.

Meski sudah masuk rawat inap sejak Minggu malam pukul 19.00 WIB, proses pembukaan berjalan perlahan hingga pembukaan satu baru terjadi pada pukul 21.00 WIB. Sukma baru dipindahkan ke ruang bersalin sejam kemudian, hingga akhirnya melahirkan secara lancar pada Senin (17/8/2026) pukul 23.20 WIB.

“Bukan direncanakan, kebetulan HPL-nya tanggal 16 Agustus, tetapi mundur jadi tanggal 17. Semoga anak kami bisa jadi anak yang sukses, jadi kebanggaan negara, dan punya bakat yang bermanfaat untuk orang lain,” tutur Sukma.

01a1b566 27a5 4990 8fe3 ab2e992b2ccc

Dafit Ilham Pradana dan Sukma Nur Hidayah bersama anaknya Elbara Pradana Brameswara yang lahir pada Senin 17 Agustus 2026.

Integrasi Pengurusan Akta Kelahiran Gratis

Selain memberikan tali asih berupa bingkisan, RSWN Semarang memastikan seluruh orang tua mendapatkan kemudahan administrasi kependudukan tanpa dipungut biaya.

Melalui integrasi layanan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang, pihak rumah sakit memproses dokumen akta kelahiran bayi secara otomatis.

“Semua kelahiran di sini sudah include dalam pelayanan kami. Kami bekerja sama dengan Disdukcapil, jadi otomatis akta lahirnya langsung kami bantu urus,” terang Rahma Defi.

Di akhir keterangannya, Direktur RSWN mendoakan agar bayi-bayi yang lahir tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ini kelak tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.

“Mudah-mudahan menjadi anak yang saleh dan salihah, penyejuk hati keluarga, dan ke depan bisa menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia,” pungkas drg. Rahma Defi. (Psw).

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *