Lebaran di Lawang Sewu: Saat Sejarah Jadi Saksi Hangatnya Kebersamaan Warga

Semarang, Javamedia.id – Ada yang berbeda di sudut bersejarah Kota Semarang pagi ini, Sabtu (21/3). Lawang Sewu, yang biasanya dikenal dengan kemegahan arsitektur kolonialnya, berubah menjadi tempat penuh keteduhan. Ratusan warga berkumpul bukan hanya untuk berswafoto, melainkan untuk bersujud dalam rangkaian Salat Idulfitri yang penuh kekhusyukan.
Momen ini menjadi tahun kedua bagi PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyulap kawasan heritage ini menjadi ruang ibadah bagi masyarakat. Kesan eksklusif bangunan bersejarah seolah luruh, berganti dengan kehangatan silaturahmi yang merakyat.
Demi menyambut kemenangan ini, KAI Wisata sengaja membuka gerbang Lawang Sewu lebar-lebar bagi masyarakat umum. Tanpa dipungut biaya alias gratis hingga pukul 08.30 WIB. Sekitar 800 jamaah datang membawa perlengkapan salat dan senyum kebahagiaan. Pemandangan saf yang tertata rapi di antara pilar-pilar tua menciptakan suasana spiritual yang begitu menyentuh hati.
“Kami ingin Lawang Sewu lebih dari sekadar objek wisata sejarah. Kami ingin tempat ini menjadi ruang kebersamaan yang bermakna bagi warga. Melihat masyarakat bisa beribadah dengan nyaman di sini adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Setelah ibadah usai, suasana keakraban berlanjut. Banyak keluarga yang memilih tetap tinggal untuk saling bermaafan dengan latar bangunan yang ikonik. Lawang Sewu benar-benar menjadi “rumah” bagi doa dan harapan masyarakat Semarang di hari raya kali ini.
Bagi warga yang ingin melanjutkan momen liburan, operasional wisata kembali dibuka normal mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB. Dengan harga tiket masuk yang tetap terjangkau mulai dari Rp10.000, KAI Wisata berkomitmen menjaga Lawang Sewu sebagai destinasi yang inklusif dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Semangat inklusivitas ini juga tercermin dari angka kunjungan yang terus tumbuh. Selama periode Angkutan Lebaran (13-30 Maret 2026), KAI Wisata mencatat tren positif dengan ribuan pengunjung yang sudah hadir. Dengan suasana yang hangat dan layanan yang menyentuh sisi humanis, Lawang Sewu kini bukan lagi sekadar saksi bisu sejarah, melainkan bagian dari cerita manis lebaran setiap keluarga di Indonesia.
“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Kami berharap Lawang Sewu selalu punya tempat di hati setiap pengunjung sebagai destinasi yang ramah dan bernilai,” tutup Raden Agus.(psw)






