Menuju Kota Jargas 100%, Tarakan Usulkan Tambahan 10.000 Sambungan Baru

Tarakan, Javamedia.id – Kesuksesan pengelolaan 34.145 sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Tarakan memicu optimisme baru bagi pemerintah daerah untuk menuntaskan cakupan layanan hingga ke seluruh pelosok kelurahan.

Di tengah monitoring kesiapan energi Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Tarakan resmi mengusulkan penambahan 10.000 sambungan gas baru kepada pemerintah pusat demi mewujudkan kemandirian energi yang murah dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang melakukan peninjauan langsung di lapangan memastikan bahwa penyediaan dan distribusi energi di Tarakan saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyebutkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mencukupi, serta distribusinya berjalan lancar tanpa kendala.

“Seluruh distribusi terkonfirmasi aman dan lancar, serta masyarakat tidak mengalami kendala,” ujar Wahyudi Anas dalam kegiatan monitoring yang melibatkan SKK Migas, PGN, Pertamina Patra Niaga, serta pemerintah daerah setempat.

Selain ketersediaan BBM, fokus utama pemantauan adalah keandalan jargas yang dikelola oleh PGN. Saat ini, jargas telah melayani puluhan ribu rumah tangga dengan pasokan stabil dari Pertamina EP Tarakan dan Medco. Dari sisi ekonomi, penggunaan jargas dinilai jauh lebih efisien dibandingkan bahan bakar lainnya.

Rata-rata pengeluaran masyarakat pengguna jargas berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000 per bulan. Jika dibandingkan dengan LPG non-subsidi, biaya jargas hanya sekitar 29%, sementara jika dibandingkan dengan LPG subsidi (melon), biayanya hanya sekitar 72%. Penghematan signifikan inilah yang mendorong pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan.

Target 100 Persen Terlayani

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tarakan, Ajat Jatnika, menjelaskan bahwa usulan penambahan 10.000 sambungan difokuskan pada dua kelurahan yang hingga kini belum terjamah jaringan gas. Langkah ini diambil agar cakupan layanan jargas di Tarakan bisa mencapai 100%.

“Diharapkan dapat direalisasikan melalui dukungan program pemerintah pusat,” kata Ajat. Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang memastikan energi tetap terdistribusi merata hingga ke wilayah yang jauh dari pusat kota.

Senada dengan hal tersebut, General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan penyaluran gas. “Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk terus mendistribusikan jargas kepada masyarakat sesuai kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Dalam rangkaian monitoring tersebut, tim juga menyempatkan diri mengunjungi pelanggan di RT 05 Kelurahan Karang Rejo dan pelaku usaha kuliner. Para pelanggan menyatakan kepuasan mereka atas aliran gas yang stabil dan praktis, terutama saat menghadapi peningkatan aktivitas memasak menjelang hari raya Idulfitri. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *