Ombudsman Denmark Pantau Pelayanan Disabilitas di Satpas SIM Polrestabes Semarang

Javamedia, Semarang – Ombudsman Denmark  didampingi oleh Ombudsman RI Jateng & Ombudsman RI Jakarta memantau pelayanan kepolisian terhadap penyandang disabilitas dengan mendatangi kantor Satpas 1421 Satlantas Porestabes Semarang di kawasan kotalama pada Selasa (15/11/2022).

Ombudsman denmark

Ombudsman Denmark Klavs Kinnerup Hede bersama Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit

Selaku Direktur hubungan internasional Ombudsman Denmark Klavs Kinnerup Hede setibanya di Satpas disambut oleh Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit di ruang pelatihan disabilitas Satpas. Setelah itu Klavs diajak untuk melihat praktek langsung pelayanan dan tes pembuatan SIM pada penyandang disabilitas di lapangan.

Satuan Lalu Lintas Polrestabes (Satpas) Semarang memang tahun ini telah membuka pendaftaran untuk pemohon SIM A dan SIM C khusus untuk penyandang tuna rungu. Sedangkan SIM D atau D1 untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kendaraan khusus.

SIM disabilitas

Ujian SIM untuk tuna rungu

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit mengungkapkan, kegiatan pembuatan SIM ini pemohon dapat mendaftar dan memenuhi persyaratan kesehatan.

Dalam kunjungannya ini Klavs sempat bercerita bahwa di Denmark belum ada pengalaman polisi bisa memberikan SIM kepada disabilitas maka dari kunjungan ini dia bisa belajar banyak tentang hal ini. Ia juga menanyakan bagaimana jika penyandang disabilitas tidak atau belum lulus uji SIM. “Apakah bisa melakukan komplain karena kan sudah membayar atau harus membayar lagi untuk mengulang lagi?” katanya.

“Jika penyandang disabilitas belum bisa lulus dalam ujian SIM maka akan dilakukan tindakan pelatihan sampai bisa lulus tanpa tambahan biaya, sedangkan jika yang bersangkutan menyerah atau tidak jadi membuat SIM maka biaya pendaftaran akan dikembalikan,” demikian penjelasan AKBP Sigit menjawab pertanyaan ombudsman Denmark tersebut.

Sim disabilitas

Ujian SIM untuk kendaraan khusus disabilitas

“Satpas membuat latihan uji praktik SIM bagi penyandang disabilitas setiap hari kerja pukul 14.00-16.00 di kantor Satpas 1421 Satlantas Polrestabes Semarang,” tambah AKBP Sigit.

Sebelum diadakan pelatihan memang banyak para disabilitas yang tidak lulus uji pembuatan SIM. “Awalnya hanya 5 dari ratusan pendaftar namun setelah dilakukan pelatihan tingkat kelulusan semakin meningkat, dari 100 orang bisa lulus 80 an,” ungkap Sigit. *)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *