Ribuan Umat Islam Jamaat Sholat Id Disalami Pemimpin Umat Katolik

JAVAMEDIA.ID SEMARANG,- Ribuan jamaah dari kota Semarang dan sekitarnya dengan tertib dan khusyuk mengikuti sholat Iduliftri 1446 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tenga (MAJT).

Sejak pagi, mereka berbondong-bondong mendatangi MAJT di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang untuk menunaikan sholat Id .
Jamaah meluber terbagi di dua tempat, serambi utama hingga selasar masjid tepat di bawah payung raksana.

Bertindak sebagai imam sholat Idulfitri, KH Ulil Abshor Alhafidz, dan khatib Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof H Nizar Ali MAg.

“Pagi hari ini, kita telah membuka babak baru dalam sejarah perjalanan manusia yang di mulai sejak hari ini, yakni sejak hari Idulfitri, yang merupakan hari kemenangan bagi muslim-mukmin sejati dengan tampilan perilaku baru yang berkualitas dan bertumpu pada sendi-sendi al-akhlak al-karimah,” kata Nizar dalam khotbahnya dengan tema Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Hari Raya Idulfitri, kata Nizar Ali, sesungguhnya merupakan momentum yang sangat strategis untuk melakukan refleksi diri (muhasabah), apakah selama ini kita sudah berusaha untuk mensucikan diri kita ? Ataukah justru selama ini kita tenggelam dalam kubangan dosa ?

Menurutnya, jika benar-benar ingin kembali ke fitri (menjadi suci), maka paling tidak ada tiga hal yang harus kita sucikan,
Pertama, tazkiyatul aqidah (membersihkan keyakinan kita dari hal-hal yang merusak akidah), hanya percaya kepada Allah dzat yang maha besar, maha kuasa, dan dzat maha mengetahui segalannya.

Kedua, tazkiyatul qalb (mensucikan hati), dengan menghilangkan penyakit-penyakit hati atau amradh al-qulub seperti sifat irihati, dengki, dendam-kesumat, hujat-menghujat, memfitnah, marah, caci-maki, dan bermusuhan.

“Ketiga, tazkiyatul mal (menyucikan harta), melalui zakat, infak, dan shadaqah kepada fakir-miskin dan orang-orang yang berhak sebagaimana disebut dalam alquran,” ujarnya.
Momentum Idul Fitri ini, ujar Nizar Ali juga sangat penting untuk membangun kebersamaan dengan memperkuat dan mempererat tali persaudaraan, baik persaudaraan umat Islam (Ukhuwwah Islamiyyah), persaudaraan se-bangsa dan setanah air (Ukhuwwah wathaniyyah), dan persaudaran umat manusia apapun latar belakangnya (ukhuwwah insaniyyah),” ujar Nizar Ali.

“Kebersamaan dalam tiga persaudaraan itulah yang akan menjadikan persatuan dan kesatuan bangsa akan terwujud. Persatuan adalah kunci sebuah keberhasilan,” ujarnya.

Ada pemandangan menarik seusai sholat Idulfitri di MAJT, karena sejumlah tokoh lintas agama dari Khatolik, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu mendatangi para jemaah untuk menyampikan ucapan selama Idulfitri.

“Kami bersama uskup agung Semarang dan beberapa anggota Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKAUB) mengucapkan selamat Idulfitri. Bapak dan ibu yang merayakan medapatkan hati yang damai, sehat, dan kesejahteraan,” ujar Romo FX Sugiyana dari Keuskupan Agung Semarang, yang mengaku sudah ketiga kali hadir di MAJT.

Para tokoh lintas agama ini kemudian diterima dan dijamu sarapan Soto Semarang oleh Ketua PP MAJT Prof KH Noor Achmad dan jajaran pengurus di aual lantai dasar.

“Mengucapkan terima kasih kepada para romo, pendeta, dan pimpinan agama lain, serta tokoh FKUB. Ini menunjukkan di Jawa Tengah, semua tokoh agama adalah satu,” ucap Noor Achmad.

Kedatangan tokoh lintas , kata Noor Achmad menunjukkan tak ada sekat antara agama satu dengan yang lain. Kesatuan ini menjadi suatu kekuatan untuk membawa kedamaian.
“Berharap kedamaian dan moderasi semacam ini akan menjadi contoh bagi semua umat yang di mana saja sehingga menjadikan Jawa Tengah khususnya, dan Indonesia serta dunia umumnya akan terus damai,” harapnya.

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko dalam kesempatan sama menyatakan, kunjungan ini untuk mengungkapkan kedekatan dengan saudara muslim yang merayakan Idulfitri.

“Dari waktu ke waktu saya merasakan kedekatan itu, maka ini menjadi modal yang besar sekali untuk wewujudkan negara Indonesia yang diwarnai kebhinekaan, namun tetap satu dalam hati, persaudaraan, dan kekeluargaan,” ujarnya.

Ia berharap kemenangan yang diperoleh umat muslim dalam Idulfitri bisa mewarnai dan menginsiprasi umat agama lain di Indonesia untuk sama-sama mewujudkan kedamaian, persatuan, dan kekeluargaan.

“Semoga dengan kebersamaan ini cita-cita pendiri bangsa Indonesia bisa terwujud,” kata Uskup Agung.

Walikota Semarang Dr Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM dan Wakilnya Izwar Aminudin ST MT juga mendatangi Masjid Agung Jawa Tengah untuk menyampaikan salam dan Selamat Idul Fitri kepada umat Islam melalui pengurus MAJT.

Walikota Semarang sangat bahagia bisa hadir ke MAJT, mengingat MAJT yang telah menjadi kebanggaan Kawa Tengah ini mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan umat beragama dalam membangun harmonisasi kehidupan bermasyarakat yang menjadi modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Dra)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *