Mendadak Disatroni BNNP Jateng, Ini Hasil Tes Urine 16 Pengunjung di 6 Hiburan Malam Semarang!

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID — Suasana santai di sejumlah tempat hiburan malam Kota Semarang mendadak diwarnai ketegangan saat personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar operasi yustisi pasca-Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Menyisir enam titik lokasi dari Jumat (31/7/2026) malam hingga Sabtu (1/8/2026) dini hari, petugas menyasar 16 orang untuk menjalani tes urine secara acak—yang seluruhnya membuahkan hasil lega tanpa satu pun temuan narkoba.

Operasi yang digalang oleh Petugas Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Tengah ini menyasar enam lokasi hiburan malam, yakni Octopus Executive Karaoke, Golden Music, Valentine Karaoke, Mutiara Music, Diva Music, dan Seroja Karaoke. Langkah ini diambil guna memastikan tempat-tempat hiburan tersebut tidak menjadi ruang tumbuh bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tes urine secara acak kepada 16 pengunjung dan pengelola. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan zat terlarang.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak mengenal kata usai. Momen pasca-HANI justru menjadi pengingat untuk semakin meningkatkan intensitas pengawasan di wilayah-wilayah yang berpotensi rawan.

“Pesan kami jelas, jangan pernah berpikir ada ruang aman bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Jawa Tengah. BNN akan terus hadir melalui operasi, pengawasan, penindakan, dan pencegahan secara berkelanjutan. Tempat hiburan yang menjalankan usahanya dengan bersih tentu tidak perlu khawatir, tetapi siapa pun yang mencoba menjadikan tempat hiburan sebagai lokasi transaksi narkotika akan kami tindak sesuai ketentuan hukum,” tegas Agus Rohmat.

Ia menambahkan, keberhasilan seluruh peserta pemeriksaan dalam memperoleh hasil negatif patut diapresiasi sebagai indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat serta pengelola hiburan malam. Kendati demikian, hasil ini tidak akan menurunkan intensitas operasi yang akan terus dilakukan secara acak dan mendadak.

9b8d1391 b7fa 43e2 a04f 1990d89e3bc4Sementara itu, Ketua Tim Operasi sekaligus Penyidik Madya BNNP Jawa Tengah, Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa operasi yustisi ini berfungsi sebagai deteksi dini sekaligus sarana membangun efek pencegahan.

“Kami ingin memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan harapan masyarakat, yaitu tempat hiburan yang bebas dari narkotika. Pemeriksaan dilakukan secara profesional, acak, dan humanis. Fakta bahwa seluruh hasil tes urine negatif tentu menggembirakan, tetapi kami tidak akan lengah. Operasi seperti ini akan terus kami lakukan tanpa pemberitahuan agar memberikan efek cegah,” ujar Ferry.

Langkah preventif dari petugas BNNP Jawa Tengah ini turut mendapat respons positif dari masyarakat. Agung Budiman, warga Kelurahan Kuningan yang menjadi salah satu pengunjung yang diperiksa, mengaku tidak keberatan dan justru mendukung langkah tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas memberikan rasa aman bagi pengunjung yang ingin menikmati hiburan secara sehat.

“Saya mendukung pemeriksaan seperti ini. Tidak ada masalah selama dilakukan dengan baik. Justru kami merasa lebih nyaman karena tahu tempat hiburan diawasi. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar narkoba benar-benar tidak punya tempat,” tuturnya.

BNNP Jawa Tengah menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika akan terus melingkupi tindakan hukum, pengawasan rutin, hingga penajaman kolaborasi bersama pengelola tempat hiburan dan masyarakat. Komitmen ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Jawa Tengah Bersinar (Bersih Narkoba) sekaligus menjaga ruang publik tetap aman dari ancaman barang haram. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *