Habiskan Anggaran Rp16,7 Miliar, BBPJN Tanam Bored Pile 28 Meter untuk Amankan Tanjakan Gombel Lama

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DIY menggelontorkan dana sekitar Rp16,7 miliar untuk menangani masalah tanah ambles dan longsor di kawasan Tanjakan Gombel Lama, Kota Semarang. Demi memastikan keamanan struktur jalan secara jangka panjang, BBPJN menanam fondasi bored pile hingga kedalaman 28 meter di area titik rawan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Jawa Tengah BBPJN Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal, menjelaskan bahwa anggaran belasan miliar tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan long segment yang bernilai total Rp181 miliar. Fokus penanganan di Gombel Lama dilakukan pada dua titik amblesan utama yang selama ini menjadi keluhan.

“Penyebab utama patahan ada dua, yakni stabilitas lereng dan air. Stabilitas kita tahan menggunakan bored pile tersebut, sedangkan air tanahnya kita alirkan melalui pemasangan subdrain dan drainase permukaan agar langsung masuk ke saluran tepi jalan,” ungkap Alfan.

Dengan metode penanganan struktur yang komprehensif ini, Alfan mengklaim jalan tersebut dirancang bertahan hingga 10 tahun, sementara struktur utamanya mampu bertahan minimal 50 tahun. Sebagai langkah antisipasi tambahan, BBPJN juga memasang alat pemantau inclinometer di beberapa titik untuk mengawasi pergerakan tanah selama masa pemeliharaan satu tahun ke depan.

Meski melibatkan pekerjaan teknis berskala besar, proyek ini rupanya tuntas jauh lebih cepat dari perkiraan. Dari target awal 7 bulan, pengerjaan rampung hanya dalam waktu 4,5 bulan berkat dukungan cuaca. Jalur vital ini pun telah resmi dibuka kembali (open traffic) untuk masyarakat sejak tanggal 6 malam pukul 22.00 WIB.

BACA JUGA :  Gempa M7,7 Guncang NTT: 47 Warga Meninggal Dunia, Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Berat

Di sisi lain, proyek infrastruktur ini dipastikan berjalan minim dampak sosial. Alfan menegaskan tidak ada relokasi rumah warga di sekitar lokasi. Sebaliknya, BBPJN bersama pihak penyedia jasa justru telah membantu menyelesaikan perbaikan minor pada drainase dan rumah warga yang berdekatan dengan area proyek.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai aktivitas alat berat dari proyek kawasan Pakuwon di lokasi yang bersebelahan, Alfan memastikan pengerjaan tersebut berada di area terpisah.

“Pekerjaannya terpisah dan tidak memberikan dampak negatif terhadap jalan Gombel Lama yang baru diperbaiki. Kami juga sudah berkoordinasi mengatur akses lintasan kendaraan beratnya,” tegasnya.

Saat ini, kondisi jalan dipastikan sudah 100 persen aman untuk dilintasi kendaraan. Alfan menambahkan, sisa pengerjaan di lapangan kini hanya berfokus pada finishing minor seperti pengecatan dan pemasangan patok pengarah, sembari menunggu koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU). (Psw)

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *