Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang Dalam Tarian Greget Pukau Alumni

Yang tak kuasa menyembunyikan keharuan, terpaksa ikut bergoyang sambil memegang erat tangan teman seangkatannya yang hadir.
Sangghita Anjali dan Sekar Arus selaku Sutradara dan Koreografer, menurut Yoyok Bambang Priyambodo bekerja keras untuk merencanakan dan menghadirkan produk Tari Musikal ini.

“Setidaknya harus melalui riset dulu. Kami beruntung karena banyak penari yang terlibat latar belakangnya alumni SMAN 1 Semarang. Sebagai upaya membawa suasana maka musik yang nge-hit masa itu menjadi bagian dari iringan tari. Ini cukup berhasil memancing emosi penonton, ternyata para alumni antusias bahkan ada yang histeris teriak sebagai luapan kebahagiaan dala temu alumni,” ungkap Yoyok Bambang Priyambodo. Pertunjukkan tari sepanjang 25 menit itu menjadi montase berbagai ingatan yang dirangkai melalui gerak, musik, dan suasana panggung.

“Bagi saya, jejak peradaban sebuah sekolah bukan hanya tentang bangunan atau perjalanan waktu, tetapi juga tentang orang-orang yang pernah tumbuh, belajar, dan membangun pengalaman bersama di dalamnya,” kata Yoyok.

Yoyok menambahkan, montase menjadi pendekatan untuk mempertemukan masa lalu dan masa kini. Menurutnya, potongan suasana sekolah, kehidupan siswa, persahabatan, aktivitas bersama, hingga semangat sebagai bagian dari almamater dirangkai tanpa harus menjadikannya sebuah alur cerita tunggal.
“Setiap fragmen berdiri sebagai kepingan memori yang kemudian memperoleh makna ketika ditempatkan dalam keseluruhan pertunjukan,”imbuhnya.

Sangghita Anjali sebagai sutradara mengatakan, karya tersebut diarahkan untuk membangun kembali suasana yang pernah dialami para alumni.

“Pertunjukan ini kami hadirkan sebagai upaya menerjemahkan perjalanan dan kenangan tentang SMA 1 Semarang ke dalam bahasa panggung. Kami tidak hanya ingin menampilkan tari, tetapi juga membangun suasana yang mengingatkan kembali pada masa sekolah para alumni,” ujar Sangghita.

08bb7688 e2aa 422a a6c2 0cbd00442454Sementara, salah satu siswa Sanggar Greget yang juga merupakan siswa kelas XII SMAN 1 Semarang, Nabila Najwa Rafeyfa, mengaku sangat senang dapat ikut dalam kemeriahan acara ini. Dia merasa jika sebagai siswa SMAN 1 Semarang, dapat turut menghibur para alumni menjadi sebuah kebanggaan.

“Saya senang sekali ikut terlibat. Apalagi sekolah ini adalah almamater saya juga. Rasanya bangga bisa hadir di sini,”katanya.

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *