Senyum Baru Shayna dan Shazia: Kisah Sukses RSUP Dr. Kariadi Pisahkan Kembar Siam Asal Jepara

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Harapan dan doa mendalam dari sebuah keluarga kecil asal Kabupaten Jepara akhirnya berbuah manis. Usai menempuh perjalanan panjang yang penuh liku dan rasa cemas, tim dokter multidisiplin RSUP Dr. Kariadi Semarang berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely. Kini, kedua putri kecil itu siap melangkah menyambut masa depan baru yang mandiri, sehat, dan penuh harapan.

Perjalanan hidup Shayna dan Shazia untuk menghirup napas kebebasan secara mandiri tidaklah singkat. Ikatan emosional dan medis antara kedua bayi ini dengan RSUP Dr. Kariadi telah terjalin bahkan sejak mereka masih berada di dalam kandungan sang ibu. Sejak awal terdeteksi, tim medis telah mengawal ketat kondisi kesehatan sang ibu hingga kedua bayi lahir pada 12 Januari 2025.

Shayna dan Shazia terlahir sebagai kembar siam jenis ischiopagus tetrapus—sebuah kondisi medis langka di mana tubuh mereka menyatu di bagian panggul dengan memiliki empat kaki. Tak hanya perlekatan fisik luar, organ dalam keduanya seperti saluran pencernaan bawah dan kandung kemih juga saling terhubung. Karena kompleksnya organ yang menyatu, proses pemisahan mustahil dilakukan secara tergesa-gesa.

Selama satu tahun enam bulan, tim medis merawat dan mempersiapkan kedua bayi kecil ini secara bertahap. Sebelum meja operasi pemisahan utama disiapkan, serangkaian tindakan medis awal telah ditempuh. Dokter membuat lubang pembuangan (stoma) pada perut masing-masing bayi karena saluran pencernaan mereka yang menyatu, serta memasang tissue expander untuk meregangkan dan memperluas jaringan kulit agar cukup untuk menutup luka pascapemisahan kelak.

Tantangan paling rumit terletak pada organ dalam mereka. Berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan pencitraan radiologi, tim urologi menemukan bahwa kandung kemih Shayna dan Shazia menyatu. Dokter Spesialis Bedah Anak RSUP Dr. Kariadi, dr. Agoes Wibisono, Sp.BA, FIAPS, menjelaskan bahwa tim harus berhitung sangat teliti untuk membagi dua organ vital tersebut secara presisi agar fungsi ginjal dan saluran kemih keduanya tetap terjaga.

Momen penentuan itu akhirnya tiba pada 28 Juli 2026. Di bawah pendar lampu ruang operasi, pertaruhan besar itu berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Puluhan tenaga medis yang tergabung dalam tim multidisiplin mulai dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, anak, bedah anak, anestesi, urologi, bedah plastik, ortopedi, hingga farmasi klinik dan ahli gizi bekerja bahu-membahu dengan tingkat presisi maksimal.

“Untuk proses operasi pemisahan itu memakan waktu kurang lebih 12 jam. Ini adalah suatu kerja sama tim yang kompak dan solid sehingga kita bisa memisahkan itu dengan baik. Kondisinya saat ini stabil, bagus, tapi memang nantinya membutuhkan proses lebih panjang lagi karena harus kita rekonstruksi ulang bagian bawah,” ujar dr. Agoes Wibisono, Sp.BA, FIAPS.

Bagi RSUP Dr. Kariadi, Shayna dan Shazia merupakan kasus kembar siam keempat yang pernah ditangani. Namun, tidak semua kasus memiliki akhir sebahagia ini, mengingat beberapa kasus sebelumnya memiliki organ vital seperti jantung yang menyatu sehingga tidak memungkinkan untuk dipisahkan.

84664f7f 326d 4db7 a92b 073a4a9193b2Di balik ketangguhan medis tersebut, terselip kehangatan kepedulian sosial yang luar biasa. Estimasi biaya penanganan operasi kompleks ini mencapai sekitar Rp200 juta untuk masing-masing bayi. Bagi sang ayah, Sholikhul Huda (29), yang sehari-hari mengadu nasib sebagai buruh bangunan, angka tersebut tentu sangat besar. Namun, seluruh biaya yang tidak tertutup oleh BPJS Kesehatan sepenuhnya ditanggung oleh pihak RSUP Dr. Kariadi.

“Saya berterima kasih banyak kepada seluruh pegawai, seluruh suster RS Kariadi yang sudah senantiasa berjuang dan sabar untuk merawat anak saya,” ungkap Sholikhul Huda dengan nada haru.

Usai melewati fase krusial, kondisi Shayna dan Shazia kini dinyatakan stabil dan terus membaik. Kendati demikian, perjuangan kedua putri kecil asal Jepara ini belum sepenuhnya usai. Langkah selanjutnya adalah memasuki masa pemulihan, rehabilitasi tumbuh kembang, hingga operasi rekonstruksi lanjutan pada organ bagian bawah.

Untuk memastikan tumbuh kembang keduanya tetap terpantau dengan baik usai keluar dari rumah sakit, RSUP Dr. Kariadi berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dan Puskesmas Nalumsari 1. Pemulangan ke rumah bukan berarti akhir dari perhatian medis, melainkan awal dari babak kehidupan baru. Shayna dan Shazia kini siap mengukir masa depan mereka masing-masing dengan berlari, bermain, dan merajut mimpi dengan senyum yang sepenuhnya milik mereka sendiri. (Psw)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *