‘Sendratari Ramayana’ Greget Representasikan Kesetiaan Anoman

Adapun Yoyok Priyambodo mengatakan jika dalam kisah Ramayana ini, tanpa Anoman hampir mustahil dia mengalahkan Rahwana Raja Alengka. Karena, dari informasi Anoman inilah, Ramawijaya masih memiliki keyakinan kuat sehingga tekadnya semakin bulat untuk menyeberang ke Alengka dan menyelamatkan istrinya.
“Kita bayangkan kalau tokoh Anoman ini tidak muncul. Apakah Rama masih memiliki keyakinan bahwa Sinta masih hidup, masih layak diperjuangkan? Nah Anoman ini yang menjadi tokoh sentralnya. Makanya, menarik kalau kita tarik ke konteks sekarang, dengan menyebut Anoman adalah representasi rakyat, maka pemimpin harus lebih berhati-hati, jangan asal mengambil sikap dan berucap,” papar Yoyok.
Terlepas dari itu, Yoyok berpendapat jika sendratari yang dibawakan Sanggar Greget di Malibu ini menjadi satu contoh menarik. Dia menilai bahwa ini menjadi ruang baru bertemunya antara pelaku usaha, masyarakat dan pelaku kesenian.
Menurutnya, kolaborasi antara Sanggar Greget dan Malibu ini merupakan bentuk konkrit atraksi wisata budaya dan kuliner.
“Menjadi menarik karena masing-masing memiliki ruang gerak yang bisa dioptimalkan bagi masyarakat. Pelaku seni mendapat ruang baru untuk mengeksiskan seni budaya di tengah masyarakat melalui pelaku usaha, seperti Malibu,”imbuhnya.
Pertunjukan yang digarap Sangghita Anjali sebagai koreografer dan sutradara, dan Canadian Mahendra sebagai komposer ini termasuk sukses meraih perhatian masyarakat. Usai tarian selesai, pengunjung berhambur mendekati penari untuk meminta foto.
Kejadian ini dimanfaatkan oleh seluruh awak tari Sanggar Tari Greget untuk mengedukasi mereka. Baik tentang tarian hingga sosok wayang berikut karakternya.
Sejumlah penari terlibat dalam pertunjukan tersebut, yakni Yoyok Bambang Priyambodo memerankan Prabu Rama Wijaya, Nabila Najwa Rafeyfa sebagai Dewi Shinta, Ratu Gayatri sebagai Kijang Kencana, Canadian Mahendra sebagai Hanoman, Tampan Rama sebagai Prabu Rahwana, dan Azhar Ghani sebagai Indrajit.
Sementara itu, tokoh Prajurit Buta diperankan Gustaf Hyasa, Fabio Rizqi, Nawfal Arfian Wildan, dan M. Azzam. Tata rias dan busana ditangani Tri Narimastuti dan M. Arifin. Adapun Maria Benita bertindak sebagai pimpinan produksi. (Rgr)





