Soroti Kinerja KPK, MAKI Sebut 90 Persen Kepala Daerah di Jawa Tengah Terindikasi Korupsi

- Promosi dan Mutasi Jabatan: Praktik jual beli posisi di lingkungan birokrasi pemerintahan daerah.
- Pengaturan Proyek dan Tender: Mengakali persyaratan dokumen atau spesifikasi teknis untuk menyingkirkan peserta lain. Boyamin mencontohkan manipulasi syarat alat berat yang semula menggunakan tanda tangan basah, mendadak diubah harus memakai kode barcode demi menggugurkan penyedia jasa lama.
- Perdagangan Pengaruh dan Perizinan: Praktik pungutan liar pada izin usaha kecil hingga pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk perusahaan-perusahaan besar.
“Rata-rata yang ingin kaya raya itu tidak sampai 10%. Korupsi terjadi lebih banyak karena himpitan biaya politik yang tinggi untuk mengembalikan modal periode pertama atau persiapan maju ke periode kedua, ditambah sifat serakah,” jelas Boyamin.
Fenomena Unik: Kepala Daerah Tak Berbakat Korupsi Pilih Mundur
Di tengah maraknya praktik rasuah, Boyamin menceritakan satu fenomena unik yang dinilainya cukup ironis di Jawa Tengah. Ia menyebut terdapat seorang kepala daerah yang justru kewalahan membiayai operasional politiknya karena tidak memiliki “bakat” untuk merampok uang negara.
Alih-alih memperkaya diri, pejabat tersebut justru harus terus-menerus menombok menggunakan harta pribadi, bahkan dibantu oleh anaknya yang mapan secara finansial.
“Dia tadinya ingin hebat jadi kepala daerah. Namun, setelah tahu ke sana-kemari harus tombok dan dia tidak bakat nggarong uang negara, anaknya yang sudah kaya itu sampai tombok terus. Dia sampai menawar, ‘Boleh tidak saya menjabat setengah periode saja?’ Bahkan wakilnya pun tidak mau meneruskan,” kisahnya.
Saat ini, MAKI menyatakan tengah memantau pergerakan tiga figur terdiri dari satu pejabat aktif dan dua mantan pejabat di Jawa Tengah. Dua mantan pejabat tersebut bahkan dikabarkan mengalami kepanikan dan paranoid hingga tidak berani pulang ke rumah pada malam hari karena menyadari adanya persoalan hukum yang ditinggalkan selama masa jabatannya. (Psw)





