Tembus Rekor 1 Juta TEUs, TPK Semarang Jadi Tujuan Studi Operasional Pelabuhan Jepang

Kemampuan menjaga pertumbuhan operasional dan keandalan layanan di tengah tantangan tersebut menjadikan TPK Semarang sebagai salah satu terminal dengan karakteristik yang unik untuk dipelajari.
Ketua delegasi OCDI, Hideo Sasaki, mengungkapkan bahwa TPK Semarang merupakan terminal yang sangat menarik karena mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan lingkungan yang tidak sederhana.
Menurutnya, terdapat banyak hal yang ingin dipelajari lebih lanjut dari pengalaman TPK Semarang, khususnya terkait strategi pengelolaan operasional, penguatan infrastruktur, dan upaya menjaga keberlanjutan layanan di kawasan yang terdampak penurunan muka tanah.
“TPK Semarang sangat menarik bagi kami. Ada banyak hal yang ingin kami ketahui lebih dalam dan banyak pertanyaan yang ingin kami ajukan, terutama mengenai bagaimana terminal ini mampu terus berkembang dan mempertahankan kinerja yang baik di tengah tantangan yang dihadapi. Pengalaman seperti ini sangat berharga untuk dipelajari,” ujar Hideo Sasaki.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi OCDI bersama KSOP Tanjung Emas melakukan diskusi dan peninjauan lapangan guna melihat secara langsung aktivitas operasional Terminal Petikemas Semarang, mulai dari pelayanan kapal hingga pengelolaan lapangan penumpukan peti kemas.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor kepelabuhanan, baik di Indonesia maupun Jepang, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam mendukung pelabuhan yang modern, tangguh, dan berkelanjutan. (Psw).





