Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang Dalam Tarian Greget Pukau Alumni

Semarang JavaMedia.Id – Bukan Sanggar Tari Greget bila tak mampu mengolah apapun menjadi tarian kolosal yang apik dan memukau penonton. Kali ini Sanggar Tari Greget Semarang, tampil di hadapan 3.925 alumni SMAN 1 Semarang dari 73 Angkatan sejak tahun 1960 hingga 2023, pada Jumat (21/8/2026).

Reuni Aljiro Smansa 2026 ini sangat spektakule. Bahkan dari segi kemeriahannya melebihi sebelumnya. Yang istimewa, selain diikuti peserta terbanyak juga pesertanya mengenakan kostum adat nusantara.
Ketua Umum Aljiro Smansa Koeshartanto mengaku sengaja mengangkat tema budaya nusantara karena bertepatan dengan Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI Ke-81. “Kami ingin momentum Reuni ini juga kami persembahkan kepada Indonesia,” ujar Koeshartanto.

Yang menarik, ada tarian kontenporer yang merepresentasikan trend setiap dekade angkatan. Peran guru yang kolot alias feudal, murid culun hingga murin gen z yang akrab dengan gaya Tik Tok, terekspresikan melalui seni gerak 40 penari Sanggar Greget Semarang.

Yoyok Bambang Priyambodo merepresentasikan ide dan gagasan cerita dari Ernie Firmianti alumni tahun 1984. Dengan mempelajari apa yang ngetrend di tiap dekade, maka lahir lah Tari Musikal Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang.

Af586349 6f1d 48d8 8af3 df49a5cd086cTari yang memadukan konsep tradisi dan kekinian ini mampu mengalir cukup elok mengandirkan nuansa yang diperkuat oleh music dan lagu dijamannya. Termasuk kisah di era 1970-1980an, lagu Galih & Ratna melatari olah gerak penari dengan kostum ala-ala cut bray dengan sapu tangan dililitkan leher. Lalu beralih di era 1990an lagu Kisah Kasih di Sekolah dan Nostalgia di SMA banyak mendapat aplaus. Tak sedikit alumnia yang mewakili era 1990an berdiri. Sebagian besar mata mereka berkaca-kaca mengenang kembali masa sekolah.

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *