Atasi Hama Tikus, Kelompok Tani Ayem Tenang Kembangkan Penangkaran Burung Hantu Tyto Alba

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Serangan hama tikus yang merugikan para petani di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, kini menemukan solusi alami. Kelompok Tani Ayem Tenang berhasil menekan populasi hama pengerat tersebut dengan memanfaatkan predator alami, yaitu burung hantu spesies Tyto alba.
Inisiatif penangkaran burung hantu ini bermula dari pengalaman pahit para petani beberapa tahun lalu. Anggota Kelompok Tani Ayem Tenang, Ruslani, mengungkapkan bahwa lahan pertanian di wilayahnya pernah mengalami gagal panen parah akibat serangan tikus.
“Pada 2013 lalu, kami pernah gagal panen karena diserang hama tikus. Dari situ, kami berkeinginan membasmi tikus menggunakan Tyto alba, burung hantu yang kini menjadi sahabat petani,” ujar Ruslani saat ditemui di Penangkaran, Kamis (10/9/26).
Upaya konservasi alami tersebut membuahkan hasil positif. Meskipun tidak menghabisi populasi tikus hingga seratus persen, keberadaan Tyto alba mampu menurunkan populasi hama secara signifikan sehingga petani dapat kembali memanen hasil pertanian mereka secara optimal.
Metode Pengembangbiakan dan Perawatan Khusus
Untuk mengawali penangkaran, bibit burung hantu didatangkan dari luar daerah dan menjalani proses karantina terlebih dahulu. Setelah itu, burung hantu dilepasliarkan di kawasan persawahan dan disediakan rumah burung hantu (rubuha) pada beberapa titik di sekitar lahan.
Proses pengembangbiakan dilakukan melalui pemantauan intensif. Ketika pasangan burung hantu bertelur dan menetas di rubuha, anak-anak burung hantu tersebut akan diambil oleh anggota kelompok tani untuk dirawat secara mandiri.
“Jika dirawat induknya, banyak kendala yang dihadapi. Anak burung hantu bisa mencapai empat hingga lima ekor, sementara pakan dari induknya kadang tidak mencukupi. Jadi, kami ambil dan rawat sendiri sampai dewasa sebelum dilepas lagi,” jelas Ruslani.
Burung hantu siap dilepasliarkan kembali ke alam saat memasuki usia enam hingga tujuh bulan. Pada usia tersebut, burung hantu dinilai sudah terlatih dan mahir berburu tikus secara mandiri. Perawatan harian meliputi pemberian pakan rutin serta pemeriksaan kesehatan. Jika ada burung yang sakit, kelompok tani akan membawanya ke dokter hewan setempat.
Dukungan Pemerintah Kelurahan dan Ikon Wilayah
Upaya swadaya Kelompok Tani Ayem Tenang ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kelurahan Tambangan. Lurah Tambangan, Kurniawan Trishendratmo, menilai penangkaran Tyto alba merupakan langkah efektif dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama tanpa harus mengandalkan bahan kimia berbahaya.
“Bagus sekali. Di sini banyak sawah dan tentu saja banyak tikus yang merusak tanaman padi. Dengan menggunakan Tyto alba, pengendalian hama dapat dilakukan secara alami tanpa menggunakan bahan yang berbahaya bagi tanaman,” kata Kurniawan.

Burung hantu jadi icon resmi wilayah Kelurahan Tambangan, Mijen, Kota Semarang
Sebagai bentuk dukungan penuh, pihak kelurahan sepakat menjadikan burung hantu Tyto alba sebagai ikon resmi Kelurahan Tambangan. Ikon ini selalu diusung dalam berbagai agenda dan perlombaan tingkat regional.
“Bentuk dukungan dari kelurahan, kami menggunakan Tyto alba ini sebagai ikon kelurahan. Saat ada kegiatan seperti perlombaan, burung hantu ini kami jadikan ikon. Alhamdulillah terbukti kemarin kita menang juara gunungan, dan tahun lalu untuk kegiatan Deswita Pariwisata kita juga berhasil meraih juara satu,” ungkap Kurniawan.
Mengenai infrastruktur penangkaran dan penyediaan rubuha di area persawahan, Kurniawan menambahkan bahwa fasilitas tersebut murni dibangun dan dikelola secara mandiri oleh kelompok tani setempat.
Potensi Wisata Edukasi dan Outing Class
Selain berfungsi sebagai sarana pengendali hama hayati, penangkaran yang hingga sekarang sudah menampung sekitar sembilan ekor Tyto alba tersebut juga dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi.
Masyarakat umum dan pelajar dapat berkunjung untuk mengikuti kegiatan outing class guna mempelajari peran penting Tyto alba dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
“Wisatawan dapat datang dan berinteraksi langsung dengan burung hantu. Kandangnya sudah didesain sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat melihat dan menyentuh burung hantu dari dekat,” tutup Ruslani. (Psw)





