Gubernur Ahmad Luthfi Buka-bukaan Soal PRPP Jateng Merugi, Siapkan Rencana Penyehatan dan Berburu Investor

SEMARANG, Javamedia.id — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, blak-blakan mengenai kondisi finansial Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah yang rapor merah alias mengalami kerugian. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak akan menutup aset strategis tersebut, melainkan tengah menyiapkan skema penyehatan tata kelola dan optimalisasi lahan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ahmad Luthfi saat ditemui awak media usai menghadiri Rapat Paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (2/7/2026). Ia mengungkapkan bahwa kerugian finansial di PRPP tersebut sudah terdeteksi sejak dirinya mulai memimpin Jawa Tengah pada tahun 2024 lalu. Menurutnya, evaluasi menyeluruh saat ini sedang berjalan untuk memetakan akar persoalan.
“PRPP masih rugi, dan ini sudah kami lakukan evaluasi, bahwa PRPP ini tidak hanya untuk event wisata Maerokoco dan Jateng Fair saja. Sejak saya masuk sudah rugi, berarti 2024 sudah rugi. Soal ditutup, belum. Masih kita sehatkan kembali dengan cara membikin tata kelola, bikin event, kemudian kita manfaatkan lahan yang ada,” tegas Ahmad Luthfi.
Sebagai langkah konkret penyelamatan, Luthfi membeberkan rencana optimalisasi lahan menganggur seluas kurang lebih 20 hektar di kawasan PRPP. Pemprov Jateng saat ini tengah aktif berburu investor untuk menyulap lahan tersebut menjadi pusat olahraga (sport center) terpadu yang terintegrasi dengan kawasan komersial sekitar.
“Kita akan bangun velodrome, baik itu untuk basket, kemudian futsal, kemudian kegiatan-kegiatan lain termasuk sport center-nya yang nanti akan kita koneksikan dengan POJ (Pearl of Java). Dan ini lagi kita carikan investor sehingga PRPP nanti tidak rugi-rugi terus,” jelasnya.
Meski begitu, Luthfi mengakui proyek mercusuar ini belum memiliki target waktu pasti mengingat proses penjajakan kerja sama masih berjalan. “Terkait target, ini lagi mencari, belum ada target karena mencari investor kan belum dapat. Untuk total ruginya sampai berapa tiap tahunnya, nanti biar diaudit, yang tahu Dinas Perhubungan,” tambahnya.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Thieta Ernawati
Komisi A DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
Merespons langkah tegas yang diambil oleh Gubernur, Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah menyatakan dukungannya terhadap rencana penyehatan aset tersebut. Namun, pihak legislatif mengingatkan bahwa tata kelola aset sebesar PRPP memerlukan komunikasi yang intensif dan sinergi yang melibatkan seluruh elemen di Jawa Tengah.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Thieta Ernawati, menekankan bahwa tantangan pengelolaan aset akan selalu dinamis seiring pergantian kepemimpinan daerah, dan penyusunan anggaran biaya perawatan hingga perbaikan ke depan harus dikalkulasikan secara cermat demi menghindari beban APBD.
“Terkait pengelolaan PRPP, kami berharap ke depan ada koordinasi dan komunikasi yang intensif antara Pemprov dengan DPRD Jawa Tengah. Kita tahu tantangan di setiap era kepemimpinan, seperti zamannya Pak Ganjar dengan Pak Lutfi saat ini, tentu memiliki kebijakan dan dinamika yang berbeda,” ujar Thieta.
Thieta juga menggarisbawahi agar ke depan, pemanfaatan PRPP sebagai ruang promosi dan ekonomi dapat didukung penuh oleh seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah agar gaungnya dapat lebih optimal.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri untuk menghidupkan aset sebesar itu. Jika ada kegiatan atau momentum besar di PRPP, semua pihak harus ikut mendukung, mulai dari pemerintah provinsi, DPRD, hingga jajaran pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah. Kalau sendirian tentu tidak akan maksimal, kuncinya adalah kerja sama lintas sektor,” pungkas Thieta. (Psw)






