Komitmen Keselamatan, Hutama Karya Sisir 9 Provinsi dalam Operasi Simpatik dan Microsleep

JAKARTA, Javamedia.id – Lewat pendekatan yang humanis, petugas PT Hutama Karya (Persero) turun ke jalan tol di sembilan provinsi untuk mencegat pengemudi yang terindikasi kelelahan melalui Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik. Tidak sekadar memeriksa kesiapan fisik, pengendara yang melintas juga dibekali materi edukasi, camilan, hingga kopi gratis untuk menjaga fokus selama perjalanan.

Langkah preventif ini dilakukan secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara.

Operasi Microsleep dilaksanakan khusus pada periode rawan, mulai malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda penurunan konsentrasi. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk diimbau untuk beristirahat di rest area terdekat, sementara yang berada dalam kondisi prima dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif. Petugas memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

1618c458 339f 4c2c 959b efda13ddb52eSelain pemeriksaan fisik dan edukasi, kegiatan ini dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas pada malam hari. Materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, peta Jalan Tol, serta call center resmi.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa operasi berkala setiap bulan ini didasarkan pada hasil analisis jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan di masing-masing ruas.

“Melalui operasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area,” ujar Hamdani.

Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan ini telah menyisir sejumlah titik di sembilan provinsi, antara lain: DKI Jakarta, Lampung, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jambi, Sumatra Barat, Aceh, Riau, dan Sumatra Utara.

Di luar operasi bulanan tersebut, patroli rutin harian tetap dijalankan. Jika petugas menemukan pengemudi yang kelelahan di sepanjang ruas tol, kendaraan akan diarahkan menepi untuk beristirahat dan diberikan kopi gratis. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *