Kekeringan Melanda Jabungan, PMI Kota Semarang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Senin (3/8) pukul 10.00 WIB. Penyaluran dipusatkan di Masjid Al Hidayah, RT 02 RW 03 Kelurahan Jabungan.
Krisis air bersih akibat musim kemarau tersebut telah dirasakan warga sekitar satu minggu terakhir. Wilayah yang paling terdampak meliputi lingkungan RW 03, RW 04, dan RW 05 Jabungan, dengan total sekitar 1.000 jiwa yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan harian maupun sarana ibadah.
Pelaksana tugas (Plt) Camat Banyumanik, Sri Martini, menyampaikan bahwa Kelurahan Jabungan merupakan satu-satunya wilayah di Kecamatan Banyumanik yang langganan mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Hal ini dipicu oleh penurunan debit sumber mata air dari dataran yang lebih tinggi serta kondisi geografis lahan setempat.
“Lahan di sini memang tergolong tandus, sehingga saat musim kemarau debit air dari sumber di atas menyusut drastis. Untuk sementara, wilayah yang paling membutuhkan bantuan berada di RW 04 dan RW 05, serta RW 03,” ujar Sri Martini di lokasi dropping air bersih, Masjid Al Hidayah.

Warga Jabungan mengantri air bersih dari PMI Kota Semarang
Sri Martini menjelaskan, pasokan air bersih sebanyak 5.000 liter dari PMI ini dimanfaatkan warga sekitar RW 03 serta dialokasikan untuk kebutuhan air di masjid setempat. Selain bantuan dari PMI, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan instansi lain untuk pengiriman air susulan.
“Alhamdulillah hari ini ada bantuan dari PMI Kota Semarang. Besok pagi juga akan ada tambahan bantuan dari Koramil sebanyak dua tangki yang akan disalurkan ke wilayah RW 04,” tambahnya.
Menanggapi penanganan jangka panjang, Sri Martini menuturkan bahwa pembuatan sumur dalam atau sumur artetis mandiri sulit dilakukan di Jabungan karena kondisi tanah yang keras dan tandus, serta adanya regulasi pembatasan pembuatan sumur. Karena itu, solusi utama yang mendorong penyelesaian krisis ini adalah optimalisasi jaringan PDAM.
“Harapan kami ke depan, warga dapat beralih dan menyambung ke jaringan PDAM. Jaringan perpipaannya sebenarnya sudah ada di wilayah ini, tinggal dorongan agar masyarakat memanfaatkannya secara optimal,” terangnya.
Pihak Kecamatan Banyumanik bersama Pemerintah Kelurahan Jabungan terus melakukan pemetaan dan pendataan berkala di titik-titik rawan krisis air bersih. Sri Martini juga mengimbau berbagai pihak dan pemangku kepentingan untuk turut serta memberikan dukungan penanganan krisis air bersih di wilayah tersebut selama musim kemarau berlangsung. (Psw)





