Sinergi Seskoal, Lanal Semarang, dan RSUP dr. Kariadi: Dokumentasikan Keteladanan Medis di Tengah Konflik Maritim

SEMARANG, Javamedia.id – Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) bersinergi dengan Lanal Semarang dan RSUP dr. Kariadi menggelar penelitian mendalam untuk mendokumentasikan kembali keteladanan medis dr. Kariadi di tengah konflik maritim Pertempuran Lima Hari Semarang 1945, Senin (6/7). Langkah kolaboratif ini dilakukan guna menggali nilai-nilai kepemimpinan kemanusiaan sang dokter untuk diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Penelitian bertajuk “Kepemimpinan Kemanusiaan dr. Kariadi di Kota Pelabuhan: Studi Kasus Dedikasi Dokter di Tengah Konflik Maritim Pertempuran Lima Hari Semarang 1945” ini diawali di Mako Lanal Semarang.
Agenda pertama diisi dengan video conference bersama ahli waris dr. Kariadi yang diwakili oleh sang cucu, Desi Medianto. Dalam pemaparannya, Desi menceritakan kembali momen heroik pada 14 Oktober 1945 saat dr. Kariadi gugur ditembak tentara Jepang.
“Kala itu, beliau sedang menjalankan tugas memeriksa isu dugaan peracunan Reservoir Siranda, sumber air bersih utama masyarakat Semarang. Peristiwa tragis tersebut menjadi salah satu pemicu utama meletusnya Pertempuran Lima Hari di Semarang,” ungkap Desi.
Pihak keluarga berharap proses pengusulan dr. Kariadi sebagai Pahlawan Nasional dapat segera terealisasi setelah seluruh persyaratan administrasi dilengkapi.
Usai kegiatan di Lanal Semarang, rombongan tim peneliti melanjutkan peninjauan langsung ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Tim menggali data sejarah melakukan peninjauan monumen serta menggelar audiensi bersama jajaran manajemen rumah sakit untuk memperkuat pengumpulan referensi mengenai dedikasi yang diwariskan dr. Kariadi bagi bangsa Indonesia.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh jajaran direksi RSUP dr. Kariadi, di antaranya Direktur Layanan Operasional, Dr. dr. Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si.Med., Sp.A(K).; Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, Sri Utami, S.K.M., M.A.R.S.; Manajemen Hukum dan Humas, Ir. Vivi Vira Viridianti, M.Kes., D.H.M., M.M.; serta Komite Medik, dr. Najatullah, Sp.B.P.R.E.
Melalui penelitian komprehensif ini, Seskoal berkomitmen mengangkat kembali keteladanan dr. Kariadi. Sosoknya dinilai menjadi contoh nyata tenaga medis yang mengedepankan pengabdian dan kemanusiaan di atas keselamatan pribadi di tengah situasi konflik. Nilai perjuangan tersebut diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda. (Psw)






