Target PAD Rp1,7 Miliar, DPRD Jateng Optimalkan Potensi Komersial Wisma dan Gedung Kantor

SEMARANG, Javamedia.id – Upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digencarkan oleh Sekretariat DPRD Jawa Tengah. Melalui optimalisasi aset komersial seperti gedung perkantoran dan tiga unit wisma representatif, Setwan optimistis mampu mencapai target penerimaan hingga Rp1,7 miliar per tahun.

Langkah strategis ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemilik aset untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari aset yang dimiliki.

Sekretaris DPRD Jateng, Agung Hariyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah fokus memperkuat pengelolaan dua sektor aset utama, yakni penyewaan gedung kantor dan layanan wisma.

“Ketika ruang fiskal kita semakin terbatas, Pak Gubernur meminta kepada seluruh OPD yang mempunyai aset untuk didayagunakan menjadi sumber pendapatan. Di Setwan ini, ada beberapa aset yang saat ini diandalkan,” ujar Agung Hariyadi saat ditemui, Selasa (21/7/2026).

Agung merinci bahwa kontributor terbesar penerimaan pendapatan Setwan saat ini berasal dari aset bangunan gedung kantor yang disewa secara tetap (fixed) setiap tahun oleh Bank Jateng. Selain itu, potensi besar juga datang dari pengelolaan fasilitas wisma.

Saat ini, DPRD Jateng memiliki tiga lokasi wisma representatif yang dikelola secara optimal, yaitu: Wisma Papandayan, Wisma Guntur, dan Wisma Menteri Supeno

Ketiga wisma tersebut menawarkan tarif yang sangat kompetitif dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk Wisma Papandayan dan Guntur, tarif sewa dipatok Rp150.000 per kamar per malam. Sementara itu, Wisma Menteri Supeno disewakan dengan tarif Rp200.000 per kamar per malam karena memiliki keunggulan fasilitas kamar yang lebih besar, adanya ruang pertemuan (meeting room), serta fasilitas pendukung seperti lapangan tenis indoor.

“Tempatnya sangat strategis, bersih, nyaman, dan area parkirnya luas. Bahkan, untuk wisma di Menteri Supeno terdapat fasilitas lapangan tenis indoor dan ruang rapat. Tarifnya juga sangat murah jika dibandingkan dengan fasilitas yang didapat,” ujar Agung.

Tahun ini, Setwan DPRD Jateng mematok target pendapatan sebesar Rp1,7 miliar dengan target capaian minimal 90-95 persen. Guna mendongkrak tingkat hunian yang selama ini cenderung landai, pihaknya memberikan tantangan baru kepada jajaran internal -khususnya bidang umum dan humas- untuk lebih masif melakukan promosi publik.

Selama ini, tingkat hunian wisma kerap didominasi oleh instansi pemerintah. Kini, Setwan berupaya memperluas pangsa pasar ke masyarakat umum, instansi swasta, lembaga olahraga seperti KONI, hingga menarik minat asosiasi atau kontingen dari luar daerah yang sedang berkunjung atau mengikuti event di Jawa Tengah. 

Sebagai langkah penyesuaian di era modern, manajemen pelayanan juga terus diperbarui. Pembayaran sewa kini telah beralih menggunakan sistem nontunai berbasis QRIS, serta sistem pemesanan tempat yang terintegrasi melalui situs web resmi dan WhatsApp dengan fitur linktree di media sosial.

“Upayanya sudah kita lakukan, mulai dari perbaikan manajemen internal, administrasi pembayaran digital, hingga promosi masif lewat media sosial dan video. Harapannya, wisma kita semakin dikenal luas dan mampu mendongkrak PAD secara signifikan,” pungkasnya. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *