1.289 Barang Tertinggal di Kereta dan Stasiun Daop 4 Semarang, Tumbler Paling Sering Ditemukan

SEMARANG, Javamedia.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.289 barang milik penumpang tertinggal di area stasiun maupun di atas kereta api selama semester pertama tahun 2026. Dari total temuan tersebut, tumbler atau botol minum pribadi menjadi barang yang paling sering dilaporkan tertinggal dengan jumlah mencapai 183 unit. Mengingat tingginya angka tersebut, KAI Daop 4 Semarang mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih teliti dan memastikan kembali barang bawaan mereka sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa tingginya angka tumbler yang tertinggal sejalan dengan meningkatnya kebiasaan masyarakat membawa botol minum pribadi dalam perjalanan, yang sebenarnya merupakan langkah positif dalam mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Namun, ia mengingatkan agar kebiasaan tersebut dibarengi dengan ketelitian terhadap barang bawaan.
Selain tumbler, barang-barang lain yang cukup sering ditemukan petugas antara lain tas sebanyak 160 buah, handphone sebanyak 80 unit, aksesoris sebanyak 74 buah, serta makanan sebanyak 25 paket. Sementara itu, barang lainnya yang juga kerap tertinggal meliputi jaket, topi, bantal, dompet, charger, dokumen, jam tangan, hingga berbagai barang pribadi lainnya.
“Secara keseluruhan, nilai estimasi dari 1.289 barang tertinggal tersebut mencapai sekitar Rp820.336.000,” tambah Luqman.
“Barang yang paling banyak tertinggal selama semester pertama tahun ini adalah tumbler. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya pelanggan yang membawa botol minum pribadi sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Meski demikian, kami mengimbau pelanggan untuk lebih teliti dan meluangkan waktu sejenak sebelum turun dari kereta guna memastikan tidak ada barang yang tertinggal,” ujar Luqman.
Ia menjelaskan, setiap barang yang ditemukan oleh petugas akan langsung diamankan melalui sistem Lost and Found KAI. Seluruh barang didata secara detail, disimpan dengan baik, dan akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah dilakukan proses verifikasi kepemilikan.
“Kami memiliki prosedur penanganan barang temuan yang dilakukan secara profesional dan terdokumentasi. Begitu ada laporan kehilangan maupun barang ditemukan oleh petugas, informasi tersebut langsung dicatat dalam sistem sehingga memudahkan proses pencarian dan pengembalian kepada pemiliknya,” tambahnya.
KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang agar segera melapor kepada petugas stasiun, Polsuska, kondektur, maupun petugas Customer Service agar proses penelusuran dan pengembalian barang dapat segera dilakukan.
Sebagai langkah pencegahan, pelanggan dihimbau untuk membiasakan melakukan pemeriksaan kembali barang bawaan saat berada di area tempat duduk ruang tunggu stasiun, serta sebelum turun dari kereta. Barang-barang seperti ponsel, dompet, tas, charger, tumbler, hingga barang berharga lainnya dipastikan telah terbawa.
“Meskipun barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan, KAI tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan membantu mengamankan serta mengembalikan barang-barang yang tertinggal kepada pemiliknya. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum meninggalkan stasiun maupun kereta api,” tutup Luqman. (Psw)






