Porprov Jateng 2026: Atlet Pencak Silat Asal Banyumanik Semarang, Ayudiah Rivana, Meninggal Dunia Usai Operasi Cedera Jari

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Kota Semarang. Seorang atlet pencak silat asal Perum. Villa Krista Blok C-11, RT.03/RW.009, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Ayudiah Rivana Tridiandinita (19), meninggal dunia secara mendadak setelah sempat menjalani operasi akibat cedera yang dialaminya saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Koordinator Pelatih Pencak Silat Porprov Kota Semarang, Nurfaqih, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika Ayudiah turun bertanding pada babak perempat final melawan Kabupaten Batang pada Senin, 26 Oktober 2026. Di tengah pertandingan, jari tengah atlet kelahiran Semarang, 14 Agustus 2007, tersebut terkena tendangan hingga mengalami luka, berdarah, serta bergeser pada ruas-ruas tulangnya.
“Jarinya terkena tendangan, kemudian berdarah. Ternyata, ruas-ruas jari tengahnya mengalami cedera dan tulangnya bergeser. Ketika dirontgen juga tidak ada patah. Hanya bergeser,” jelas Nurfaqih saat dihubungi pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Selepas kejadian itu, Ayudiah segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan Nurfaqih, Ayudiah menjalani tindakan operasi pada Selasa sore, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Primaya.
Operasi tersebut dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihak keluarga, yakni orang tua korban, bahkan sempat menyampaikan kepada pelatih bahwa seluruh rangkaian medis telah selesai dengan baik pada pukul 19.30 WIB malam harinya. Sebelum menjalani operasi, kondisi kesehatan Ayudiah juga dipastikan dalam keadaan prima tanpa ada riwayat penyakit bawaan.
“Setelah dioperasi, operasinya berjalan lancar dan tidak ada masalah. Orang tuanya pada jam 19.30, juga sempat menyampaikan bahwa semuanya sudah selesai dan tidak ada masalah,” ujar Nurfaqih.
Namun, suasana berubah drastis keesokan paginya. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Nurfaqih menerima kabar duka dari ayah Ayudiah bahwa sang atlet telah tutup usia.
“Pagi-pagi bapaknya mengabari kalau dia sudah tidak ada,” katanya, seraya menegaskan kembali bahwa almarhumah sebelumnya sehat-sehat saja dan tidak memiliki penyakit bawaan.
Hingga saat ini, pihak pelatih mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya Ayudiah Rivana Tridiandinita. Nurfaqih menyebutkan bahwa masih diperlukan penelusuran dan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab di balik kejadian tragis ini.
Di tengah suasana duka yang mendalam bagi kontingen Kota Semarang, rangkaian ajang Porprov Jateng 2026 tetap berjalan. Tercatat pada hari yang sama, Rabu 28 Oktober 2026, sebanyak 10 atlet pencak silat Kota Semarang lainnya masih harus berjuang di babak semifinal kategori tanding yang dilangsungkan di GOR Unimus. (Psw)




