Taj Yasin Buka Peluang Beasiswa Santri Jateng Hingga ke Luar Negeri

SEMARANG, JAVAMEDIA.Id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren. Melalui perluasan program beasiswa, para santri di Jawa Tengah kini berkesempatan mengemban pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi ternama dalam negeri maupun luar negeri seperti Yaman, Mesir, hingga China.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan program Pesantren Obah. Pemerintah berupaya melengkapi program yang sudah ada untuk memastikan santri memiliki akses pendidikan yang luas, tidak terbatas pada disiplin ilmu keagamaan semata, tetapi juga bidang lain seperti teknik dan kedokteran.

“Kalau ada program yang sudah baik pada pemerintahan sebelumnya, kita lanjutkan. Yang masih kurang kita lengkapi. Termasuk apresiasi kepada anak-anak yang menghafalkan Al-Qur’an, insentif guru agama, dan sekarang kita tambahkan beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah,” ujar Taj Yasin saat menghadiri Haflah Khotmil Quran di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (1/11/2026).

Di tingkat lokal dan nasional, beasiswa menyasar sejumlah perguruan tinggi seperti UIN Walisongo Semarang, UIN Salatiga, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta perguruan tinggi berbasis pesantren. Selain itu, sebanyak 420 mahasantri Ma’had Aly di lingkungan pesantren juga mendapat fasilitas beasiswa penuh hingga lulus.

BACA JUGA :  Mantan Anggota DPR RI Sebut Vonis Sudewo Jadi Efek Jera bagi Pejabat Publik

Tidak hanya untuk santri, Pemprov Jateng saat ini tengah membuka proses rekrutmen dan seleksi beasiswa kuliah bagi para guru madrasah yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikannya.

Perhatian pemerintah juga diwujudkan melalui pemberian tali asih (bisyarah) sebesar Rp1 juta per orang bagi para penghafal Al-Qur’an. Hingga tahun 2026, lebih dari 2.000 hafiz dan hafizah di Jawa Tengah telah menerima apresiasi tersebut. Proses pengajuannya dibuat ringkas tanpa proposal, cukup dengan menyertakan undangan wisuda dan verifikasi dari kiai atau pembimbing.

Taj Yasin menegaskan, penerima beasiswa diharapkan dapat kembali ke pesantren setelah menyelesaikan studinya untuk mengabdi sesuai keahlian masing-masing, mulai dari mengajar, mengelola UMKM pesantren, hingga memberikan pelayanan publik. (Psw)

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *