BBPVP Semarang dan GoTo Perkuat Daya Saing UMK melalui Digital Camp: SDM UMK Go-UP

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menutup rangkaian kegiatan Digital Camp: SDM UMK Go-UP, sebuah program kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui pelatihan pemasaran digital dan pendampingan peningkatan produktivitas.

Kegiatan penutupan yang berlangsung di Aula Srikandi BBPVP Semarang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta para pelaku UMK yang telah mengikuti program. Program ini merupakan tindak lanjut nyata dari Perjanjian Kerja Sama antara BBPVP Semarang dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap transformasi digital.

Sebelum pelatihan dimulai, BBPVP Semarang bersama PT GoTo melaksanakan proses kurasi terhadap pelaku UMK untuk memastikan peserta yang terlibat benar-benar memiliki komitmen dan potensi untuk berkembang. Dari proses tersebut terpilih 24 pelaku UMK, terdiri atas 16 peserta utama yang mengikuti pelatihan pemasaran digital secara langsung bersama PT GoTo dan 8 peserta yang akan memperoleh pelatihan lanjutan dari instruktur BBPVP Semarang.

Selama tanggal 14–15 Juli 2026, sebanyak 16 peserta memperoleh pembelajaran intensif mengenai strategi pemasaran digital, optimalisasi platform digital, pengembangan konten promosi, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pasar. Pada saat yang sama, instruktur Kejuruan Bisnis dan Manajemen BBPVP Semarang melaksanakan shadowing bersama narasumber PT GoTo sebagai bagian dari proses alih pengetahuan dan penguatan kapasitas instruktur. Kompetensi yang diperoleh tersebut selanjutnya akan ditransfer kepada 8 peserta lainnya, sehingga manfaat program dapat diperluas sekaligus memperkuat keberlanjutan pelatihan di BBPVP Semarang.

Sebagai bagian dari penutupan kegiatan, para peserta menampilkan produk unggulan sekaligus hasil implementasi materi pelatihan melalui mini bazaar. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mempraktikkan strategi pemasaran yang telah dipelajari, memperoleh masukan langsung dari para tamu undangan, serta memperluas jejaring bisnis.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, Digital Camp: SDM UMK Go-UP juga membuka akses peserta terhadap ekosistem pembiayaan usaha. Pada kegiatan penutupan, hadir sejumlah lembaga keuangan, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank BJB, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), untuk memperkenalkan berbagai skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMK dalam mengembangkan usahanya.

Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, menyampaikan bahwa transformasi pelatihan vokasi saat ini tidak lagi berhenti pada peningkatan kompetensi teknis semata, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing usaha.

“Pelatihan vokasi harus menghasilkan perubahan yang nyata. Keberhasilan program bukan hanya diukur dari berapa orang yang dilatih, tetapi dari berapa banyak lulusan yang bekerja serta lulusan yang menjadi pelaku usaha yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan pada akhirnya menciptakan peluang kerja baru. Karena itu, kami membangun ekosistem yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, digitalisasi, hingga akses pembiayaan.”

Fikri menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, dan sektor keuangan menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi digital.

“Digital Camp: SDM UMK Go-UP merupakan contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor mampu menghasilkan program yang lebih komprehensif. Pemerintah menghadirkan pelatihan dan pendampingan, industri berbagi pengalaman dan teknologi, sedangkan lembaga keuangan membuka akses permodalan. Inilah ekosistem yang dibutuhkan agar UMK dapat naik kelas.”

Program ini tidak berhenti pada pelatihan selama dua hari. Seluruh 24 peserta selanjutnya akan mengikuti Bimbingan dan Konsultansi (Bimkon) Peningkatan Produktivitas selama 15 hari kerja. Dalam tahap ini, setiap peserta akan memperoleh pendampingan untuk mengidentifikasi permasalahan usaha, menyusun rencana perbaikan, menerapkan peningkatan produktivitas, hingga menyusun hasil implementasi yang akan dipresentasikan pada akhir program.

Melalui rangkaian tersebut, BBPVP Semarang berharap setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan perubahan nyata dalam pengelolaan usahanya sehingga meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing UMK di era digital.

Program Digital Camp: SDM UMK Go-UP menjadi salah satu wujud komitmen BBPVP Semarang dalam mendukung kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan industri, berorientasi pada produktivitas, serta menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Mari berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *