Sikapi Kasus Jiwasraya-Asabri, Gerakan Jalan Lurus Desak Aparat Bongkar Aktor Intelektual Korupsi

Riyanta juga mengajak seluruh elemen LSM, aktivis, dan media massa untuk mengawal komitmen presiden secara total, mengingat penyakit KKN di Indonesia dinilai sudah sangat mengakar dan membudaya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Anjing sekaligus aktivis komunitas, Eko Haryanto, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut memberikan catatan kritis. Menurutnya, pembersihan korupsi di instansi negara harus dilakukan secara revolusioner dan berani menyentuh pucuk pimpinan tertinggi di lembaga penegak hukum, seperti Kejaksaan Agung maupun Kepolisian, jika terbukti ada keterlibatan.
“Kebusukan itu pasti dimulai dari kepalanya. Kami berharap pembersihan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau kosmetik belakangan ini saja, tetapi harus dilakukan secara riil dan terus-menerus sepanjang pemerintahan Presiden Prabowo,” tegas Eko.
Eko menyoroti penanganan kasus-kasus korupsi skala besar yang ditangani selama ini, di mana aktor intelektualnya dinilai kerap kali dibiarkan bebas tanpa tersentuh hukum, sementara penindakan hanya berhenti pada lingkaran luar. Ia mengkhawatirkan adanya indikasi oknum aparat yang justru memanfaatkan para aktor utama tersebut sebagai ‘ATM hidup’.
Oleh karena itu, kami menyerukan agar gerakan rakyat sipil bangkit kembali secara lebih progresif dan berani dalam mengawal isu korupsi. Selain mengawasi kasus-kasus kakap masa lalu, masyarakat juga diminta tidak takut untuk mengawasi dan melaporkan setiap potensi penyelewengan pada program strategis nasional yang sedang berjalan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih. (Psw)






